Allah Tujuan Hidup Qita

Allah Tujuan Hidup Qita
Belajar dan Tawakal

Rabu, 22 Mei 2013

Diskusi di Sela-sela Waktu Workshop PPG SM-3T


Hari ini, Kamis, 23 Mei 2013, di sela-sela workshop perkuliah PPG prodi Pendidikan Kimia UPI, dosen-dosen dan guru pamong mengadakan diskusi perihal kejujuran Ujian Nasional (UN) dan keberhasilan pembelajaran. Sambil mengerjakan tugas workshop saya turut mendengarkan diskusi mereka.
Dari percakapan diskusi tersebut, Mereka sebenarnya menyayangkan akan kualitas UN yang sebenarnya bukan menjadi rahasia umum lagi banyak ketidakjujuran di dalamnya, termasuk kota Bandung sendiri. Menurut Mereka hanya beberapa sekolah yang menerapkan kejujuran.
Solusi awal di salah satu sekolah di Bandung menurut Mereka adalah menyeleksi gurunya, baik secara kualifikasi akademik maupun non akademik, khususnya seleksi tersebut pada calon guru honor. Tujuannya agar guru tersebut menjadi kekuatan baru (tambahan) dalam memperbaiki sistem sekolah.
Perlakuan sekolahnya untuk siswa, melakukan seleksi lagi terhadap calon siswa baru, menganalisis apakah nilai-nilai UN sebanding dengan kemampuan siswa.

Komentar: KEJUJURAN sebenarnya masih menjadi HARAPAN dan CITA-CITA banyak orang. PEMBINAAN KEPRIBADIAN seluruh civitas sekolah. Dimulai dengan kesadaran sendiri dan berusaha bersana-sama menularkannya kepada yang lain. INDONESIA, HARAPAN ITU MASIH ADA.

Selasa, 07 Mei 2013

Wisuda "Harapan itu Masih Ada"




Wisuda merupakan salah satu hari yang sangat berkesan bagi banyak orang termasuk saya pribadi. Bahagia rasanya ketika anggota keluarga besar kita bisa hadir dan membawa suasana bahagia dengan kelulusan kita dalam suatu jenjang pendidikan di perguruan tinggi.
Bahagia rasanya ketika teman-teman/senior yang telah lebih dahulu lulus pun turut hadir, bahkan teman seperjuangan yang belum lulus turut hadir dan mengucapkan “Kata Selamat” begitu pun dari adik-adik tingkat atau pun yang kita kenal.
Kelulusan kita dari perguruan tinggi bukan akhir dari perjuangan kita, tetapi merupakan awal perjuangan ke tahap selanjutnya.

Senin, 06 Mei 2013

19 Tahun Syahid, Jasad Mujahid Palestina Ini Tetap Utuh


Warga Palestina kembali menjadi saksi kekuasaan Allah dan kemuliaan mati syahid. Ketika entitas Zionis Israel menyerahkan puluhan jasad syuhada kepada rakyat Palestina yang digali dari salah satu pemakaman, Kamis (31/5), warga Palestina mendapati jasad salah satu syuhada masih utuh layaknya baru meninggal beberapa menit saja. Padahal ia telah dikubur selama 19 tahun sejak syahidnya.
Syuhada yang jasadnya masih utuh tersebut bernama Syahib Ahmad Muhammad, lansir Islammemo seperti dikutip Hidayatullah, Jum'at (1/6).
Menurut salah seorang pemuda yang turut serta dalam pengurusan jenazah para syuhada tersebut, ketika dia membuka tutup peti jenazah, dia menemukan jasad Syahib masih utuh seperti adanya. Seakan-akan ia baru meninggal beberapa menit saja.
Syahib telah dikebumikan di Tel Aviv sejak tahun 1993 silam. Mujahid Palestina itu syahid pada tanggal 24 April 1993 dalam sebuah operasi perlawanan militer di kota Eilat yang dijajah Zionis Israel. [IK/Hdy]

Minggu, 05 Mei 2013

Lautan Nikmat Allah pada Diri Kita


Dalam setiap sel tubuh Anda, ada nikmat;
pada setiap desah nafas, ada karunia Rabbani;
pada setiap kejapan mata, ada anugerah ilahi;
dan dalam setiap gerakan ada perhatian samawi.

Tengoklah rumah sakit jiwa agar Anda bisa melihat nikmat akal yang diberikan Allah kepada Anda.
Tengoklah bangsal pasien agar Anda bisa melihat nikmat kesehatan yang diberikan Allah kepada Anda.
Tengoklah penjara agar Anda bisa melihat nikmat kebebasan yang diberikan Allah kepada Anda.
Lihatlah orang kafir agar bisa melihat nikmat Islam yang diberikan Allah kepada Anda.
Lihatlah tempat kursi duduk orang lumpuh agar Anda bisa melihat nikmat berjalan yang diberikan Allah kepada Anda.
Pandanglah orang buta agar Anda bisa melihat nikmat penglihatan yang diberikan Allah kepada Anda.
Perhatikanlah orang tuli agar Anda bisa melihat nikmat pendengaran yang diberikan Allah kepada Anda.
Perhatikanlah orang bisu agar Anda bisa melihat nikmat bicara yang diberikan Allah kepada Anda.


Diambil dari Buku Hidup yang Menakjubkan:
Penulis: DR. A'idh Al-Qarni, M.A.
AQWAM





PROFIL PRIBADI MUSLIM


Al-Qur'an dan Sunnah merupakan dua pusaka Rasulullah Saw yang harus selalu dirujuk oleh setiap muslim dalam segala aspek kehidupan. Satu dari sekian aspek kehidupan yang amat penting adalah pembentukan dan pengembangan pribadi muslim. Pribadi muslim yang dikehendaki oleh Al-Qur'an dan sunnah adalah pribadi yang shaleh, pribadi yang sikap, ucapan dan tindakannya terwarnai oleh nilai-nilai yang datang dari Allah Swt.
            Persepsi masyarakat tentang pribadi muslim memang berbeda-beda, bahkan banyak yang pemahamannya sempit sehingga seolah-olah pribadi muslim itu tercermin pada orang yang hanya rajin menjalankan Islam dari aspek ubudiyah, padahal itu hanyalah salah satu aspek yang harus lekat pada pribadi seorang muslim. Oleh karena itu standar pribadi muslim yang berdasarkan Al-Qur'an dan sunnah merupakan sesuatu yang harus dirumuskan, sehingga menjadi acuan bagi pembentukan pribadi muslim.
            Bila disederhanakan, sekurang-kurangnya ada sepuluh profil atau ciri khas yang harus lekat pada pribadi muslim.

1. Salimul Aqidah
            Aqidah yang bersih (salimul aqidah) merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah Swt dan dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: 'Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam' (QS 6:162).
Karena memiliki aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam da'wahnya kepada para sahabat di Makkah, Rasulullah Saw mengutamakan pembinaan aqidah, iman atau tauhid.

2. Shahihul Ibadah.
            Ibadah yang benar (shahihul ibadah) merupakan salah satu perintah Rasul Saw yang penting, dalam satu haditsnya; beliau menyatakan: 'shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat.' Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul Saw yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.

3.  Matinul Khuluq.
            Akhlak yang kokoh (matinul khuluq) atau akhlak yang mulia merupakan sikap dan prilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat.
Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah Saw ditutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah di dalam Al-Qur'an, Allah berfirman yang artinya: 'Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung' (QS 68:4).

4.    Qowiyyul Jismi.
            Kekuatan jasmani (qowiyyul jismi) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat atau kuat, apalagi perang di jalan Allah dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya.
            Oleh karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi, dan jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk yang penting, maka Rasulullah Saw bersabda yang artinya: 'Mu'min yang kuat lebih aku cintai daripada mu'min yang lemah' (HR. Muslim).

5.    Mutsaqqoful Fikri
            Intelek dalam berpikir (mutsaqqoful fikri) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas) dan Al-Qur'an banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berpikir, misalnya firman Allah yang artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang, khamar dan judi. Katakanlah: 'pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.' Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: 'Yang lebih dari keperluan.' Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir (QS 2:219).
            Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktivitas berpikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas. Bisa kita bayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatkan pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu.
            Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang sebagaimana firman-Nya yang artinya: Katakanlah: “samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?”, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran (QS 39:9).

6.    Mujahadatul Linafsihi.
            Berjuang melawan hawa nafsu (mujahadatul linafsihi) merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim, karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan dan kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu.
            Oleh karena itu hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran islam) (HR. Hakim).

7.    Harishun Ala Waqtihi.
            Pandai menjaga waktu (harishun ala waqtihi) merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu itu sendiri mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah Swt banyak bersumpah di dalam Al-Qur'an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan sebagainya.
            Allah Swt memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama setiap, yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan: 'Lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan waktu.' Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi.
            Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk memanaj waktunya dengan baik, sehingga waktu dapat berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi Saw adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.

8.    Munazhzhamun fi Syuunihi.
            Teratur dalam suatu urusan (munzhzhamun fi syuunihi) termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al-Qur'an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya.
            Dengan kata lain, suatu urusan dikerjakan secara profesional, sehingga apapun yang dikerjakannya, profesionalisme selalu mendapat perhatian darinya. Bersungguh-sungguh, bersemangat dan berkorban, adanya kontinyuitas dan berbasih ilmu pengetahuan merupakan diantara yang mendapat perhatian secara serius dalam menunaikan tugas-tugasnya.

9.    Qodirun Alal Kasbi.
            Memiliki kemampuan usaha sendiri atau yang juga disebut dengan mandiri (qodirun alal kasbi) merupakan ciri lain yang harus ada pada seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian, terutama dari segi ekonomi. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Kareitu pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya raya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah, dan mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al-Qur'an maupun hadits dan hal itu memiliki keutamaan yang sangat tinggi.
            Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik, agar dengan keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah Swt, karena rizki yang telah Allah sediakan harus diambil dan mengambilnya memerlukan skill atau ketrampilan.

10.     Nafi'un Lighoirihi.
            Bermanfaat bagi orang lain (nafi’un lighoirihi) merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaannya karena bermanfaat besar. Maka jangan sampai seorang muslim adanya tidak menggenapkan dan tidak adanya tidak mengganjilkan. Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berpikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dalam hal-hal tertentu sehingga jangan sampai seorang muslim itu tidak bisa mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya.
            Dalam kaitan inilah, Rasulullah saw bersabda yang artinya: sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Qudhy dari Jabir).
Demikian secara umum profil seorang muslim yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan hadits, sesuatu yang perlu kita standarisasikan pada diri kita masing-masing. 

Kamis, 02 Mei 2013

Keluarga Besar Pendidikan Kimia PPG SM-3T UPI



Keluarga besar Kami terdiri dari 16 orang yaitu:
1.      Tri Novita Indriyati, S.Pd.,
2.      Chandra Tri Nugraha, S.Pd.,
3.      Shin Queena Nimas C., S.Pd.,
4.      Sulistiyani, S.Pd.,
5.      Permani Tri Wijiarti, S.Pd.,
6.      Marina Setyowati, S.Pd.,
7.      Shinta Isnaeni Putri, S.Pd.,
8.      Abdul Fatah Gozali, S.Pd.,
9.      Corry Pamela Oktaviani, S.Pd,
10.  Suharyadi, S.Pd.,
11.  Aristia Pratiwi Meliawati, S.Pd.,
12.  Asep Novandi Pratama, S.Pd.,
13.  Deni Muhamad Ikbal, S.Pd.,
14.  Mokhamad Ramdhan, S.Pd.,
15.  Nayudin Hanif, S.Pd.,
16.  Nisa Fahliarahman, S.Pd.