Allah Tujuan Hidup Qita

Allah Tujuan Hidup Qita
Belajar dan Tawakal

Jumat, 01 September 2023

BAGAIMANA MENULIS PUISI

 

Resume ketujuh belas (17) yang ditulis Suharyadi (Peserta KBMN 29)

Moderator: Sim Chung Wei, SP.

Narasumber: Dr. Hj. E. Hasanah, M.Pd

Alhamdulillah, segala puji dan syukur, kepada Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Hari ini pertemuan ke-17 Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN).  Pada pertemuan malam hari ini dibersamai oleh moderator Bapak Sim Chung Wei, SP dan narasumber Ibu Dr. Hj. E. Hasanah, M.Pd. Tema menarik malam ini yaitu “Menulis Puisi”.

Bu E. Hasanah, dilahirkan di Sukabumi pada tanggal 10 Agustus 1967 dari pasangan Bapak Adjar Djarkasih dan Umi Siti Aisyah. Menikah dengan Drs. M. Hasan, M.Si. tahun 1988 dengan dikaruniai tiga orang anak yakni, Hanief Syahrizal, S.Pd. (guru Matematika di SMAN 1 Cicurug), Hasbi Aprizal, S.Hum. (merintis usaha), dan Hasri Ahsanti, S.Tr. (bekerja di Rumah Sakit Paru Karawang). Beliau menempuh pendidikan dimulai dari SDN Bojong Genteng (lulus tahun 1980), Madrasah Diniyah (lulus tahun 1982), Madrasah Tsanawiyah Al-Manshuriyah Pamatutan (lulus tahun 1983), SMA Negeri Cibadak Sukabumi (lulus tahun 1986), melanjutkan ke Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Ibn Khaldun Bogor (lulus tahun 1992). Menempuh pendidikan Pascasarjana IMNI program studi manajemen Pendidikan (lulus tahun 2010) dan Pascasarjana Program Studi Administrasi Pendidikan UNINUS (lulus tahun 2019) dan menyelesaikan Pascasarjana Ilmu Pendidikan (S3) di UNINUS Bandung (lulus tahun 2022).

Riwayat Pekerjaan Beliau di antaranya pernah berkiprah di dunia Pendidikan sebagai guru di MAN Cibadak (1994-2015), dan beberapa lembaga pendidikan swasta (1990-2017), Pendiri Yayasan Pendidikan Halima Al-Azar (Kursus, Kober, dan TK Halima Bojonggenteng, 2002 - sekarang) dan sebagai Pengawas Madrasah Aliyah di Kankemenag Sukabumi (2015 - sekarang) serta staf Pengajar di STAI Kharisma Cicurug.

Prestasi yang telah diraih Beliau di antaranya sebagai Pengawas berprestasi tingkat Jawa Barat tahun 2021 dan sebagai salah satu Peraih Anugerah Guru dan GTK Kemenag Berprestasi Tingkat Nasional Kategori Pengawas Madrasah Berprestasi tahun 2021, sebagai pengelola kursus berprestasi ke-3 tingkat provinsi Jawa Barat tahun 2015 dan prestasi lainnya. Sebagai pengawas madrasah, penulis juga aktif dalam memberikan motivasi, mengajak serta mendorong dengan sekuat tenaga guru-guru agar selalu meningkatkan kualitas diri dan aktif berliterasi. Tahun 2021 – sekarang telah menulis buku solo dan menulis pantun, puisi, cerita, dan non-fiksi di lebih dari 70 buku antologi. Buku yang sudah terbit berjudul Buku Panduan Guru Penulis Pemula (buku solo dengan ISBN 978-623-378-050-6, terbit September 2021) dan berjudul Selaksa Suara Sukma (Buku solo dengan ISBN 978 623 378 538 9 terbit 2023), lebih dari 70 buku antologi di antaranya; “Tantangan Pendidikan Abad ke-21_Antologi Artikel Dunia Pendidikan Indonesia di Era Digital; Menggerakkan Literasi Mencerdaskan Generasi_Antologi Pegiat Literasi Berbagi dan Beraksi; Inspirasi dalam Untaian Puisi,” dan lainnya.

Organisasina yang diikuti Sekarang: Anggota Pokjawas Madrasah (Kelompok Kerja Pengawas Madrasah), Anggota APSI (Asosiasi Pengawas Seluruh Indonesia), Anggota PERGUNU, Anggota KPPJB (Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat), dan Anggota Muslimat NU.

Pengertian Puisi Menurut KBBI V adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait; gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus; Sajak;

 Puisi bebas adalah puisi yang tidak terikat oleh rima dan matra, dan tidak terikat oleh jumlah larik dalam setiap bait, jumlah suku kata dalam setiap larik.

Puisi berpola adalah puisi yang mencakupi jenis sajak yang susunan lariknya berupa bentuk geometris, seperti belah ketupat, jajaran genjang, bulat telur, tanda tanya, tanda seru, ataupun bentuk lain.

Puisi dramatik adalah puisi yang memiliki persyaratan dramatik yang menekankan tikaian emosional atau situasi yang tegang.

Puisi lama adalah puisi yang belum dipengaruhi oleh puisi barat, seperti pantun, gurindam, syair, mantra, dan bidal.

Puisi mbeling adalah sajak ringan yang tujuannya membebaskan rasa tertekan, gelisah, dan tegang; sajak main-main;

Puisi menurut H.B. Jassin yaitu Suatu karya sastra yang diucapkan dengan perasaan dan memiliki gagasan atau pikiran serta tanggapan terhadap suatu hal atau kejadian tertentu.

Struktur Fisik Puisi (Unsur wujud) yaitu:

1.  Bentuk:  Berbentuk baris – bait

2.  Diksi: Pemilihan kata indah & memiliki kekuatan makna

3.  Majas: Bahasa kias untuk mengungkapkan isi hati penyair

4.  Rima: Persamaan bunyi di baris/akhir baris untuk memunculkan keindahan bunyi

Jenis Puisi yaitu:

1.  Puisi lama yaitu: Puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan yaitu jumlah kata dalam 1 baris, jumlah baris dalam 1 bait, persajakan (rima), banyak suku kata di tiap baris.

2.  Puisi baru yaitu: Puisi yang tidak terikat oleh aturan yang mana bentuknya lebih bebas dari pada puisi lama dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.

Ciri-ciri Puisi Lama ialah:

1.  Tidak diketahui nama pengarangnya

2.  Penyampaian dari mulut ke mulut yang merupakan sastra lisan.

3.  Sangat terikat akan aturan misalnya jumlah baris di tiap bait.

Jenis Puisi lama:

1.  Mantra, yaitu ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.

            Contoh: mantra untuk mengobati orang dari mahluk halus.

            Sihir lontar pinang lontar

            Terletak di ujung bumi

            Setan buta jembalang buta

            Aku sapa tidak berbunyi

2.  Pantun, adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, setiap bait terdiri dari 4 baris, dan di tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, sedangkan 2 baris berikutnya sebagai isi.

            Contoh: pantun nasihat.

            Sungguh elok emas permata

            Lagi elok intan baiduri

            Sungguh elok budi bahasa

            Jika dihias akhlak terpuji

3.  Seloka, adalah pantun yang berkait atau bertautan.

Contoh:

           Sudah bertemu kasih sayang

Duduk terkurung malam dan siang

           Hingga setapak tiada renggang

           Tulang sendi habis terguncang

4.  Talibun, yaitu pantun genap yang setiap barisnya terdiri dari 6, 8 atau 10 baris.

            Contoh:

            Anak orang di padang tarap

            Pergi berjalan ke kebun bunga

            Hendak ke pekan hari tiap senja

            Di sana sirih kami kerekap

            Meskipun daunnya berupa

            Namun rasanya berlain juga

Ciri-ciri Puisi Baru yaitu:

1.  Memiliki bentuk yang rapi dan simetris (sama)

2.  Persajakan akhir yang teratur

3.  Menggunakan pola sajak pantun dan syair walaupun dengan pola yang lain.

4.  Sebagian besar puisi empat seuntai (baris)

Jenis Puisi Baru yaitu:

1.  Balada, yaitu puisi berisi kisah/cerita.

2.  Himne, adalah puisi pujaan untuk menghormati tuhan, seorang pahlawan, atau tanah air.

3.  Ode, adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi bersifat menyanjung terhadap pribadi tertentu.

4.  Epigram, yaitu puisi yang berisi tuntunan /ajaran hidup.

5.  Romansa, adalah puisi yang birisi luapan cinta kasih.

6.  Elegi, adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan.

7.  Satire, yaitu puisi yang berisi sindiran/kritik.

Pada sesi penutup, Ibu Dr. Hj. E. Hasanah, M.Pd berpesan jika ingin menulis puisi penuh rasa, maka menulislah dengan melibatkan perasan.

Alhamdulillah, Masya Allah materi malam ini sangat bermanfaat dan menginspirasi. Terima kasih Tim Solid Om Jay khususnya narasumber Ibu Dr. Hj. E. Hasanah, M.Pd dan Bapak Sim Chung Wei, SP. Jazakumullohu Khoir. Semoga tulisan ini juga bermanfaat bagi penulisnya dan pembaca tentunya.

Tidak ada komentar: