Allah Tujuan Hidup Qita

Allah Tujuan Hidup Qita
Belajar dan Tawakal

Jumat, 01 September 2023

BISNIS PENERBITAN BUKU

 

Resume ke-29 yang ditulis Suharyadi (Peserta KBMN 29)

Moderator: Gina Dwi Septiani, S.Pd., M.Pd

Narasumber: Mukminin, M.Pd

Alhamdulillah, bersyukur kepada Allah Sang Maha Kuasa karena tidak terasa malam hari ini telah memasuki pertemuan ke-29 pada Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN).  Pada malam hari ini dibersamai oleh moderator Ibu Gina Dwi Septiani, S.Pd., M.Pd dan narasumber Bapak Mukminin, M.Pd. Tema menarik untuk diikuti malam ini yaitu Usaha Penerbitan Buku.

Bapak Mukminin, M.Pd, lebih akrab dipanggail Caik Inin. Beliau guru SMPN I Kedungpring Lamongan Jatim. Tepatnya arah selatan 10 KM dari kota Wingko Babat. Beliau juga alumni belajar menulis PGRI gel.8 tepatnya bulan Maret 2019. Asuhan Founder Pak Wijaya Kusumah. Bersama Mayor Nani, Bu Noralia Purwa Yunita, Bu Aam Nurhasanah, Bapak Suharto (Cing Ato), Bp Yulius Payendean, dan banyak lagi. Alhamdulilah KBMN gel.8 menurutnya kini telah banyak yg menjadi nara sumber. Beliau belajar menulis di usia 55 tahun. CV lebih lengkap Beliau dapat diakses di https://cakinin.blogspot.com/2020/10/curiculum-vitae.html.

Bapak Mukminin, M.Pd menceritakan pengalamannya bagimana asal mula Beliau dapat mendirikan sebuah bisnis penerbitan buku. Berawal dari pelatihan menulis gelombang ke-8 kemudian dititipi untuk menerbitkan beberapa buku lainnya membuat Beliau tertantang untuk melakukan hal tersebut yang akhirnya membuat ia mendirikan sebuah penerbitan karena saran dari Mas Alang, pemilik percetakan yang waktu itu Beliau datangi. Beliau akhirnya membuat sebuah penerbitan buku dengan nama  Kamila Press yang dibuat pada tanggal 9 September 2019. 

Kewajiban penerbit setelah mendapatkan ijin dan nomor ISBN adalah wajib menyetorkan dua buku untuk setiap buku ber-ISBN ke Perpusnas. Terdapat juga aturan baru untuk setiap penerbit yaitu harus memiliki link web berbayar.

Buku yang ditulis bersama itu tidak bisa di-ISBN kan kecuali buku solo dengan syarat menyertakan beberapa hal lainnya. Seperti surat pernyataan keaslian karya dengan materai 10.000 ribu, surat pernyataan penerbit dan naskah buku berupa PDF yang siap diterbitkan dengan watermark.

Adapun syarat mengajukan nomor buku ber-ISBN yaitu:

1.  Penerbit harus mempunyai link berbayar.

2.  Buku yang diajukan nomor ISBN harus dikirim lengkap ke web penerbit lalu linknya dikirim ke petugas ISBN Perpusnas.

Untuk urutan bukunya yaitu:

1.  Cover buku

2.  Halaman awal buku

3.  Isi buku (Sinopsis yang ada di cover belakang)\

4.  Permohonan buku ISBN dengan menyertakan surat pernyataan keaslian karya bermaterai 10.000 ditandatangani penulis dan mengetahui penanggung jawab penerbit.

5.  Naskah buku yang sudah di layout bentuk PDF lengkap atau utuh (judul, penulis dan penerbit)

Adapun buku yang tidak dapat diajukan ISBN yaitu:

1.  Buku antalogi dari 4 penulis buku antalogi tentang literasi sekolah, kegiatan kelompok literasi dan laporan guru penggerak.

2.  Skripsi tesis disertasi serta hasil penelitian.

Berikut ini link atau web dari penerbit kamilapress yang bisa diakses pada alamat https://kamilapress.com.  

Cak Inin menjelaskan perbedaan antara penerbit mayor dan penerbit indie yaitu:

A.  Jumlah cetakan

Jumlah cetakan pada penerbit mayor biasanya pada cetakan pertama adalah 3.000 eksemplar atau minimal 1.000 eksemplar yang akan didistribusikan ke toko-toko buku. Sedangkan untuk penerbit indie hanya akan mencetak buku jika ada pesanan atau secara berkala yang dikenal dengan istilah POD (Print On Demand) didistribusikan pada beberapa media online seperti Facebook, Instagram dan lain-lain.

B.  Pemilihan naskah

Pemilihan naskah pada penerbit mayor melewati beberapa prosedur dengan syarat sangat ketat yang salah satunya adalah harus mengikuti selera pasar. Sedangkan pada penerbit indie tidak dilakukan pemilihan naskah karena selama karyanya layak diterbitkan maka tetap akan diterbitkan selama tidak melanggar Undang-Undang hak cipta karya sendiri, menyinggung SARA maupun pornografi.

C. Profesionalitas

Penerbit mayor memiliki tingkat profesionalis yang tinggi didukung dengan banyaknya sumber daya manusia di perusahaan mereka. Penerbit Indie pun sebenarnya memiliki profesionalis yang tinggi meskipun adanya bayangan dan desas-desus tidak mengenakan yang terhembus mengenai penerbitan ini.

D. Waktu Penerbitan

Penerbit mayor biasanya melakukan konfirmasi dalam jangka 1-3 bulan bahkan bisa lebih lama dari itu. Penerbit mayor pun menentukan waktu untuk penjualan buku yang telah diterbitkan dan akan dilepas dan ditarik kembali jika penjulan tidak sesuai dengan target. Sedangkan penerbit indie memproses  naskah yang masuk dengan cepat karena tidak berfokus pada selera pasar.

E.  Royalti

Untuk penerbit mayor penulis mendapatkan 10% dari total penjualan. Royalti dikirimkan setelah memenuhi target tertentu atau 3-6 bulan penjualan. Untuk penerbit indie akan mendapatkan kisaran 15%-20% dari harga buku yang dipasarkan dan dijual oleh penulis di berbagai sosial media.

F.  Biaya Penerbitan

Penerbit mayor menerbitkan buku secara gratis. Hal itulah yang menyebabkan mengapa penerbit mayor lebih berhati-hati dalam memilih naskah untuk diterbitkan. Penerbit indie memiliki biaya yang beragam sesuai dengan aturan penerbitnya masing-masing.

Beberapa hal yang dapat diambil dari sesi tanya jawab di antaranya:

1.  Buku yang baik adalah buku yang terdapat gambar sebagai ilustrasi yg mendukung tulisan.  Gambar bisa berupa foto atau gambar ilustrasi. Boleh dicetak warna atau  hitam putih. Cetak warna lebih mahal.  Kamila Press siap membantu Menerbitkan tulisan karya kita juga.

2.  Proses editing dari penulis dan untuk cover bisa dimusyawarahkan dengan penerbit yang pada intinya penerbit bisa melayani apa yang menjadi kendala penulis dan proses penerbitan juga tidak langsung tetapi dengan beberapa proses yang dilalui.

Motivasi dari Cak Inin pada sesi penutup tiada terlambat untuk menulis dan berbagi pengalaman, menulis itu dapat bernilai ibadah dan sebagai amal jariah. Kita dikenal karena karya, jadi, ayo menulis dan terbitkan karya kita.

Masya Allah, materi malam ini sangat bermanfaat dan menginspirari. Terima kasih Tim Solid Om Jay, khususnya narasumber Bapak Mukminin, M.Pd dan Ibu Gina Dwi Septiani, S.Pd., M.Pd sebagai moderator. Jazakumullohu Khoir. Semoga tulisan ini juga bermanfaat bagi penulisnya dan pembaca tentunya.


1 komentar:

Cakinin mengatakan...

Mantab. Ayo lanjut dibukukan. Kamila Press siap bantu